YOLO – You Only Live Once

Setelah cukup lama vakum dari dunia per-opinian, akhirnya saya mencoba memulai lagi menulis apa-apa yang ada dipikiran saya. Resah rasanya jika suatu pikiran tidak dituangkan dalam bentuk yang nyata, entah itu melalui ucapan maupun dalam bentuk tulisan. Saya memilih menuangkan hal tersebut dalam bentuk tulisan. Alasannya pun jelas, ketika saya mencoba menuangkan hal-hal yang saya pikirkan dalam bentuk ucapan, terkadang orang yang saya ajak ngobrol kurang paham atas apa yang saya ucapkan. Masa’ saya harus berbicara dengan calon mertua saya nanti agar saya bisa dimengerti? ((:

YOLO. You only live once. Kamu hanya hidup sekali, katanya. Saya tau kalimat tersebut dari lagunya The Strokes. Dan, ternyata menjadi tagline anak-anak hipster zaman sekarang. Terkadang, tagline tersebut suka disalah artikan oleh banyak orang, khususnya anak muda. Anak muda yang bergembira, lalu lupa diri. Saya hanya mencoba membuka pikiran para pembaca melalui hal yang saya pikirkan. Mengingat, (mungkin) masih banyak orang-orang yang menyia-nyiakan hidupnya hanya karena tagline tersebut.

Anak muda, tak pernah terhindar dari foya-foya. Saya pun merasakannya. Karena saya belum tua. Tua itu pasti, dewasa itu pilihan, katanya.., tetapi nyatanya masih banyak yang seperti anak muda, padahal sudah tua. Egoisme atau sifat mau menang sendiri yang ada pada seseorang lah yang menjadi hambatan, kenapa sampai sekarang masih banyak orang tua, rasa muda. Tak usah susah-susah mencari contoh, lihatlah pemimpin-pemimpin kita yang duduk di parlemen sana. Bukannya memberi contoh yang baik, malah melakukan kejahatan biadab. Apalagi namanya kalau bukan sifat keanak-anak kecilannya yang tak mau kalah alias serakah? Yang korupsi harus dihukum mati. Mungkin.

Dalam kebanyakan kaca mata anak muda, tagline, “You only live once,” berasumsi bahwa kita harus bersenang-senang tanpa memikirkan hari setelahnya. A.k.a, “yang penting gue seneng sekarang, bodo amat dah besok mah..” satu kata yang cocok untuk para anak muda yang seperti itu: Hedon. Ada pendapat lain bahwa, “hidup kan cuman sekali, ngapain sih dibawa susah? Yang penting kita seneng-seneng aje..” be mature, please.

Tak banyak orang yang sudah berpikiran jauh kedepan. Umur delapan belas tahun, tetapi rasa sudah dua puluh lima tahun. Sudah memikirkan apa-apa yang akan dipersiapkan untuk pernikahan. Anak muda seperti ini lah yang mengerti apa arti dari tagline, YOLO, tersebut. Setidaknya, jika kita sudah berpikiran jauh ke depan, setidaknya kita lebih  maju satu langkah dari teman-teman yang masih memikirkan dirinya yang sekarang.

YOLO. Maka dari itu, bukankah semua-semuanya harus digunakan dengan baik? Waktu, uang, kesempatan, pertemuan, cinta, dan lain-lain yang berkaitan dengan masa depan harus digunakan sebaik-baiknya. Bukankah suatu kesempatan yang sulit didapat tidak akan terulang? Sama seperti hidup. Jangan berharap mendapatkan kesempatan kedua yang, sama..

Jika perlu dikatakan, katakanlah. Jika perlu diungkapkan, ungkapkanlah. Jika perlu dilakukan, lakukanlah. Selagi kesempatan itu masih ada.., you only live once.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s