Tujuan Bias, Sekejap Menghilang

Banyak yang nggak sadar. Sedikit yang sadar. Bahwa pada dasarnya tujuan dasar itu sangat mempengaruhi hasil dari usaha kita. Namun amat teramat sayang, tujuannya hanya sementara. Semu. Sekejap, menghilang.

Beberapa minggu yang lalu saya baru menonton film 3 Idiots. Dan dari film tersebut, ada hal yang benar-benar tertancap di pikiran saya. Bahwa, “Belajarlah untuk ilmu. Biar kesuksesan yang mengampiri nantinya.” Banyak orang yang tak menerapkan hal ini. Bukan hanya belajar saja lho, seperti ber-ibadah, ber-olahraga, atau hal-hal lainnya juga bisa menjadi “salah” tujuan, menurut saya.

Contoh simple nya. Mungkin, banyak orang belajar hanya untuk satu kata: Lulus. Seakan mereka tak acuh terhadap ilmu yang mereka dapat. Keserap sih keserap ilmu nya. Hanya sekian persen dari seratus persen. Miris sih, tapi begitulah fakta nya. Saya pernah seperti itu. Belajar hanya untuk mendapat predikat “lulus.” Semacam, “Ah, biarin aja nilai gue jelek. Yang penting gue lulus!” Hal itulah yang berada dipikiran saya kurang-lebih 2 setengah bulan yang lalu.

Well, saat ini saya juga sedang dalam proses untuk merubah mindset. Dimana mindset yang dulu hanya belajar untuk “lulus.” Tapi yang sekarang belajar untuk ilmu. Belajar untuk ilmu yang bisa dibagikan kepada mereka-mereka yang belum mendapatkan kelayakan pendidikan. Apa guna nya ilmu yang kita punya jika tidak diajarkan kepada orang lain? Tak ada berkah nya sama sekali.

Banyak contoh-contoh yang lain kalau dipikir-pikir dalam keseharian yang salah “tujuan.” Misalnya ibadah. Entah, saya nggak habis pikir. Kenapa masjid pada waktu Dhuha (jam 7-11 pagi), begitu ramai nya dikunjungi orang-orang pada saat menjelang ujian? Entah ujian Nasional, ujian masuk perguruan tinggi, dan lain-lainnya. Sesaat saya berpikir, bahwa, “Apakah saya beribadah hanya untuk mendapatkan apa yang saya inginkan?” Rasa-rasanya salah. Karena yang terbaik adalah hanya untuk mendapatkan ridho Nya. Dasarnya harus untuk mendapatkan ridho Nya dan tanpa mengharap apapun selain itu. Karena dengan ridho Nya, apapun bisa terwujud.

Bisa juga dimisalkan ber-olahraga. Ber-olahraga niatnya untuk menyehatkan badan. Bukan hanya untuk menjadikan badan agar seperti Taylor Lautner di Twilight: Breaking Dawn part 1. Sehat itu dasarnya. Kalau badan nya jadi, ya itu bonus lah istilahnya.

Satu lagi. Kalau mau dekat dengan perempuan, niat dasar nya ya silaturahmi. Nggak usah diniatin biar doi suka. Niat dasar nya menanyakan kabar. Nanti kalau memang suka beneran, ya bonus itu. Iya, bonus. Iya.. Bonus…….

Jadi bisa disimpulkan bahwa apa-apa yang ingin dilakukan harus bertuju ke dasar nya. Biarlah hal-hal lain menjadi bonus. Yang terpenting, niat nya untuk kebaikan. Kalau niat nya saja sudah buruk, bagaimana mau mendapatkan bonus-bonus yang lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s