Balada Problema Twitter

Energen pagi ini.. Sepet, panas, kurang manis. Kalau kata salah satu teman saya, “kayak PDKT yang nggak direspon”. Oke. Setuju. I write this, based on my experience. No offense at all. I just write what’s on my mind.

Twitter. Sebuah jejaring sosial yang penuh dengan kontroversi, pro-kontra, hujatan, dan lain sebagainya. Kenapa saya sebut seperti itu? Karena Twitter itu tajam. Bak silet yang digariskan ke kulit. Kenapa tajam? Karena Twitter tak punya warning. Kalau kata kakak saya yang perempuan, “You can say anything what is in your mind. But, do not forget to take the consequences of your act“. Well, welcome to the world where word has no limit.

Twitter juga punya keuntungan. Bagi yang lagi jatuh cinta, mudah nya untuk kepo Twitter-nya doi pun jadi keuntungan tersendiri. Selain itu, mudah nya informasi yang didapat juga menjadi keuntungan lainnya. Karena beberapa media menggunakan Twitter sebagai media untuk memberikan informasi yang aktual. Jadi, yang lagi happening bisa ketauan when you open up your timeline.

Selain punya keuntungan, Twitter pun juga punya kerugian. Apa saja kerugian tersebut? Kembali, based on my experience that I have conclude, cukup banyak. Berikut beberapa kerugian yang telah saya rangkum dalam pikiran.

Negative words = negative though
Banyak yang tidak sadar (mungkin), bahwa ketika kita melihat ucapan yang tidak baik di Twitter, pikiran kita pun menjadi negative karena ucapan tersebut. Melihat teman jadi galau, secara nggak langsung kita jadi galau juga. For the reason why nya saya kurang begitu tahu, tapi yang jelas, itu berpengaruh, man. Cobain aja sendiri.

Terlalu kepo
Hah? Terlalu Kepo? Iya. Jikalau ada yang dicinta, dan kita terlalu kepo terhadap doi. Niscaya, semua conversation Twitternya bakal kita bacain. Belum lagi yang gampang jealous. Ngeliat si doi reply-reply-an sama orang lain, galau..

Terlalu percaya diri
Terlalu percaya diri disini bisa diartikan banyak omong. Dari jam 1 pagi sampai jam 1 pagi lagi kerjaan nya nge-tweet mulu. Sampai Twitter-nya kena limit. Nggak ngerti kalau limit tuh bagaimana. Yang jelas, terlalu percaya diri bisa membuat orang yang melihat, illfeel. Alhamdulillah, kalau tweet-nya berkualitas. Gapapa nge-tweet terus..

You can find anything you want to find
Yes, mau cari apa aja di search nya Twitter, pasti ada. Even, the negative one. Apatuh? Ya itu. Hal-hal yang berbau pornografi. Bahkan, ada account yang khusus men-share foto-foto yang tak bertanggung jawab. Tobatan nasuha, ya Tuhan..

Salah prasangka, berburuk sangka
Ini krusial banget, man. Banyak tweet-tweet yang ambigu. Di tweet dengan enak nya aja gitu. Tapi yang ngerasa banyak. Apa mereka yang kepedean? Contoh, saya lagi nge-tweet, tiba-tiba ada orang muncul di timeline saya berucap, “Berisik banget sih loe!”. Nahlho, sebagai manusia yang wajar saya pun kadang suka merasa. Padahal, tweet tersebut tidak tertuju untuk siapapun. Mungkin banyak yang merasa, bukan saya saja. Lalu saya pun membalas nge-tweet, “Emang w doang yang berisik?”. Trololololol.

The problem with; Following & followers
Nah, yang satu ini juga cukup krusial. Karena faktanya, kalau followers seseorang banyak, dia dikatakan “g4uL”. Entah, dari mana persepsi ini datang. Padahal, belum tentu. Dunia maya dengan dunia nyata itu berbeda, boy! Karena banyak yang didunia maya seperti itu, ketika didunia nyata tidak seperti itu. Terkecuali, doi artis atau public speaker yang udah kelihatan oke nya. Kalau masalah following, mungkin banyak yang mempermasalahkan, following lebih banyak dari followersSo, why? Is that a problem? Siapa tau yang di follow nya akun-akun yang berkualitas. Ndak usah minder.. Live your own life.

Ketika dunia maya menjadi pelampiasan
Ketika tersebut bertemu tersebut, akankah berbanding lurus? Akankah sama? Disini (as I see), banyak yang menjadikan Twitter sebagai pelampiasan dunia nyata. Ketika didunia nyata kita tak bisa berkata apapun, didunia maya pun kita bisa. Tak sedikit orang yang menjadikan dunia maya sebagai ajang “cemoohan”. Karena jika didunia nyata orang tersebut membuat “cemoohan”, niscaya, amuk massa tak dapat dihindari.

Ketika dunia maya tidak sama dengan dunia nyata
Banyak orang seperti ini yang didunia nyata nya (maaf) anti-social (ansos). Ansos itu maksudnya, didunia nyata orang tersebut jarang sekali berkomunikasi dengan orang lain. Jarang berinteraksi. Tetapi, jika didunia maya orang tersebut banyak sekali omongnya. Banyak temannya. This is not fair. Kenapa? I can’t imagine when they meet on the real world. Begitu ketemu, jiper, dokem, diem. Man, please be real.

Follow to unfollow
This is the hot one.
Saya pun nggak mengerti. Saya pun kadang-kadang ikut dalam aliran ini. Kenapa follow dan unfollow itu jadi masalah? Well, (mungkin) banyak yang pertemanan nya sedikit berkonflik karena masalah ini. Ketika seseorang dimintai. Follow back dong kk..” tetapi orang tersebut tidak meng-approve permintaan nya tersebut, pertemanan jadi buyar. Man, saya lupa saya baca tulisan siapa. Yang jelas, based on my point of view, “Follow back gue dong!”, itu artinya sama saja “Ikutin hidup gue dong!”. Kalau diartikan timeline kita itu sebagai track hidup didunia maya. Banyak yang teman nya di unfollow lagi karena nggak di follow back. Follow itu karena tertarik. Bukan karena menarik. Kembali, ini dunia nyata, bukan dunia maya.

That’s all. Mungkin itu beberapa problema Twitter yang sudah saya rangkum based on my point of view and experience. Kembali, tulisan ini bukan diniatkan untuk “menyerang” seseorang. I just write what’s on my mind. Then, why don’t you write what’s on your mind?

 

This is the real world, not cyberspace.

6 thoughts on “Balada Problema Twitter”

  1. halo aksa ^_^ gw setuju sama postingan lo.. but, based on my point of view, walaupun twitter tetep emang twitter bagi gw twitter micro blogging. karena gw cukup netral disini mungkin gw bisa sedikit maparin kenapa seseorang berbeda di dunia nyata sama dunia maya.. skill berkomunikasi orang beda2 meski bisa dilatih. but, I write better then talk.. meski gw punya blog juga, kadang ada sesuatu yg pengen gw sampaikan dengan cepat. twitter salah satu medianya.. jadi bukan berarti “kenapa kalo didunia nyata jadi dokam dsb dsb” itu cuma krn ada tipe orang yg pintar berkomunikasi lewat tulisan ada jg yg talkactive.. kalo selebihnya gw setuju sama lo yang masalah “follow to unfoll” dan tweetjunk gtlah..
    seperti yang lo bilang tadi, kalo orang memfollow seseorang berarti karena interest.. berarti hrs terima konsekuensi kadang org tersebut galau di twitter atau kenapa asal gak keseringan jg sih bagi gw gapapa.. based on my point of view lagi, kadang gw pengen seprofesional mungkin gunain twitter. tapi, bener kata lo, isi timeline mempengaruhi.. masa2 kita lagi labil jd secermat mungkin gw masih maklumin galau dan mohon maaf kalo andai gw sk nyampah juga hehehe.. gw tau ini gak nyindir siapapun.. dan comment ini cuma sesuatu yg gw sampaikan dari pikiran gw.. cheers!🙂

    1. emang sih mending kalo yang di twit itu penting, kalo nyampah gimana? well, selain microblog, twitter itu hiburan paling praktis.. kadang kita gak bisa memaksa orang untuk menemani kita, namanya makhluk sosial kita psti butuh komunikasi.. manusiawi.
      sekali lagi, komen gw bukan untuk menurunkan rate postingan lo.. sebagian besar gw setuju. tapi namanya juga, pendapat, apalagi yang ngasih pandangan itu gw ._. kita berbagi pendapat ajalah sa.. over all, gw setuju sama pendapat lo, tapi cuma ngasih opini beberapa pandangan dan gw gak bermaksud mengoreksi apapun krn apa yang lo post adalah apa yang ada di pikiran lo, begitu juga gw..

  2. Well, it’s okay, then. Setiap orang harus menghargai pendapat orang lain. Bagus-bagus. Gue lebih senang dikritik dibandingkan didiami saja. Btw, thanks yap!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s