Satu Cinta, Tak Pernah Sampai

Akhir-akhir ini sedang banyak yang bercerita. Tentang, cinta. Cerita yang tiada ujung nya. Padahal, selalu. Akhirnya selalu seperti itu. Layaknya sinetron yang terlalu biasa, sampai-sampai sudah bisa ditebak ending-nya.

Akhir-akhir ini sedang banyak yang jatuh cinta. Termasuk. Saya. Padahal kembali, sudah bisa ditebak akhirnya. Tetapi hati tak bisa dibohongi. Walau memang tak berkata, tapi tetap saja tau artinya.

Lagu malam ini dari Payung Teduh. Banyak senada-senada yang akhirnya ditulis jadi kata.

Akhir-akhir ini sedang banyak yang jatuh cinta. Termasuk teman saya. Cinta yang tak pernah sampai. Karena tuk mengucapkan saja sulitnya. Tuk berkenalan saja tak empat mata. Untuk perempuan yang sedang dipelukan. Kucari kamu. Berdua saja. Angin pujaan hujan.

Untuk yang sedang jatuh cinta. Berbahagia. Karena, sedang tersenyum ria. Kadang malam menjadi siang. Tak acuh pada jam dinding. Yang dituju hanya satu. Cinta.

Satu cinta, yang tak pernah sampai.

Karena ada apanya. Ucapkan saja segala-galanya. Apa yang dirasa. Jangan dipendam. Sebelum api padam.

Untuk yang dicinta, selamat bersenyum ria. Dari yang tercinta, yang menunggu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s