Superman

Setelah hampir se-caturwulan fokus ke suatu perang, perang terakhir bagi anak kelas 3 SMA. Akhirnya, sampailah pada satu titik dimana musuh didepan mata. Yap, H-1. Mungkin saya bukan orang yang cukup matang dalam menyiapkan perang tersebut. Karena saya baru berlatih 4 hari sebelum ujian tersebut berlangsung. Pergi pagi, pulang malam. Intensif. Kalau dimalam hari, kepala saya mungkin sudah disiram air.

“It’s not easy, to be me”, salah satu kutipan lagu dari Five for Fighting yang berjudul Superman. Entah, apa yang membuat saya untuk menulis hari ini. Yang jelas, suara hati tak bisa dibohongi. Kalau dilihat dengan perlahan, lirik dari lagu tersebut dalam. Coba silahkan check sendiri.

Kadang, saya lupa diri. Saya, bukanlah orang yang kuat. Kadang, saya lupa diri. Saya, bukan orang yang dapat menghadapi beribu-ribu masalah dengan satu solusi. Kadang, saya lupa diri. Kadang, saya lupa diri. Tak mengucap syukur. Padahal, masih banyak orang yang mengucapkan syukur walau tak berkecukupan. Kadang, saya lupa diri. Terlalu acuh terhadap apa yang saya inginkan, sehingga lupa pada apa yang saya punya. Kadang, saya lupa diri. Terlalu acuh terhadap apa yang saya inginkan, sehingga lupa untuk memberi. Kadang, saya lupa diri. Terlalu acuh terhadap apa yang saya inginkan, sehingga ketika apa yang saya punya menghilang, sesal setelahnya. Kadang, saya lupa diri. Terlalu acuh terhadap apa yang saya inginkan, sehingga saya lupa untuk berusaha. Kadang, saya lupa diri. Terlalu acuh terhadap apa yang saya usahakan, sehingga saya lupa untuk berdoa. Kadang, saya lupa diri. Terlalu acuh terhadap manusia, sehingga saya lupa saya mempunyai Tuhan.

Setiap orang mempunyai caranya sendiri untuk menyelesaikan masalah. Tak perlu disebutkan bagaimana caranya. Yang jelas ada 2, yang baik dengan yang buruk. Tak seharusnya kita salahkan mereka jika kita tak satu jalan. Mereka mempunyai jalannya, dan kita harus menghormati jalannya tersebut.

Yang berusaha, jangan lupa berdoa. Yang berdoa, jangan lupa berusaha. Karena kedua nya mempunyai ikatan yang mutlak. Sedangkan yang Maha Kuasa menyuruh kita agar berdoa kepada Nya. Sedangkan kita tak acuh dan sombong. Sampailah pada suatu titik, dimana yang kita punya adalah, Tuhan, Semesta Alam. Yang Maha Segalanya.

Tulisan ini hanya buah hati pikiran yang sudah lama tak berucap.

Just do the best, and let God do the rest of your best.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s