#16 Uang Gelap di Pom Bensin

Pas sebulan saya baru menulis. Setelah dilanda krisis nilai bagus dalam try out menuju hari kemenangan tanggal 15 April sampai dengan 18 April. Setelah itu, dipikiran setiap orang tertera tanda “Freedom”.

Entah, mungkin hal berikut yang akan saya bahas merupakan hal yang sangat sepele. Atau bahkan dibiarkan begitu saja. Tetapi tidak bagi orang yang pelit atau pemikir. Bagi orang yang pelit, hal tersebut akan diminta. Bagi orang yang pemikir, hal tersebut akan dipikirkan “Kemana hal tersebut mengalir?”.

Yap. Hal yang saya maksud adalah uang. Uang receh, atau uang kembalian setiap anda mengisi bensin di Pertamina. Hal ini mengalihkan perhatian saya ketika sudah beberapa kali saya mengisi bensin, dan tidak pernah diberi kembalian yang full. Full dalam arti, yang seharusnya kembalian saya Rp800 perak, tetapi hanya diberi kembalian Rp500 perak. Terlihat SANGAT sepele (mungkin) dikebanyakan pikiran orang. Tetapi ada tanda tanya, kemana duit “lebih” tersebut mengalir?

Karena perspektif saya hampir selalu negatif, saya berpikir bahwa uang tersebut dimakan. Dimakan dalam arti, bisa dibuat keuntungan per-orangan. Atau mungkin dibuat untuk keuntungan atasan? Untuk fakta saya tidak mengetahui nya kemana duit itu mengalir. Yang jelas itu salah. Dalam perspektif saya, itu adalah korupsi.

Uang kembalian tersebut pastinya muncul ketika seseorang mengisi full tank. Jika mengisi full tank, pasti nominal nya macem-macem. Rp293,791, Rp36,339, dan lain-lain. Yang jelas dari dua contoh tersebut menurut saya, yang pertama tidak diberi kembalian. Yang kedua hanya diberi kembalian Rp500 perak. Jikala si pembeli bensin menghendaki bahwa “Jadiin Rp294 ribu aja mbak”, okelah itu bisa diterima. Karena si pembeli yang meng-ikhlaskan kembaliannya. Jikala karyawan nya yang main asal memberi kembalian yang tidak seharusnya? Korupsi, menurut saya.

Memang agak aneh menurut saya di Pertamina. Berbeda jika di Shell. Mereka selalu membulatkan angka. Dalam arti, Jikala kita mengisi full tank, dan isi tank kita full nya misalkan Rp29,530, si karyawan selalu membulatkan nya menjadi Rp29,000. Karena memang begitu sistem nya dari Shell tersebut. Kalau di Total, dan Petronas saya kurang begitu tahu.

Bayangkan saja, jika dalam satu hari, satu pom bensin mendapatkan 50 orang yang mengisi full tank, dan mendapatkan uang gelap sebesar, sebutlah Rp300 perak. Dalam sehari, satu pom bensin mendapatkan Rp15,000. Sebulan Rp450,000. Itu baru SATU pom bensin. Berapa banyak pom bensin yang ada di Jakarta dan sekitarnya? Atau bahkan se-Indonesia?

Yang jelas saya tidak tahu jelasnya bagaimana uang tersebut mengalir kemana. Yang saya harapkan, Pertamina membuat sistem seperti Shell. Dimana, tidak ada kembalian receh-recehan atau nominal-nominal yang riweuh dalam suatu pengisian bensin. Kalau dipandang sebelah mata, memang hal tersebut sepele. Hanya soal kembalian recehan. Tetapi jika dipandang oleh kedua mata dengan pikiran, hal tersebut besar adanya.

2 thoughts on “#16 Uang Gelap di Pom Bensin”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s