#13 Tahun lama, dan tahun baru

Well, kita semua dipenghujung tahun sekarang. 31 Desember 2012. Yang dilakukan pasti mengingat apa yang udah dilakukan selama 1 tahun dan membuat target pada tahun selanjutnya. Selalu begitu disetiap tahun.

Kali ini saya hanya ingin me-review 1 tahun belakangan ini. Pasti nya, terlalu banyak hal yang kita lakuin, sehingga membuat lupa apa aja yang udah pernah dilakukan.

Nggak sedikit orang yang lupa akan suatu hal yang membekas didalam benak nya. Didalam hati tepatnya. Termasuk saya. Dan suatu hal tersebut nggak akan pernah bisa lepas dari pikiran dan hati. Dalam kata lain, luka. Yang membekas dan susah untuk menghilang. Bahkan tak bisa menghilang. Seakan-akan terus membayangi pikiran dan hati, walaupun rasanya tak mau diingat. Pasti ada suatu hal yang selalu membuat mengingat kejadian atau hal tersebut.

Kejadian atau hal apakah itu? Semua orang punya pandangan tersendiri. Entah itu tentang cinta, karir, prestasi, persahabatan, dan masih banyak lagi. Yang jelas satu. Apa yang udah terjadi nggak bakalan bisa kembali. Nggak bakalan bisa dirubah jalan cerita nya. Ibarat kata udah jatoh, luka pula, dan mau ngilangin luka tersebut. Mungkinkah? Tidak.

Termasuk saya. Terlalu banyak hal yang sangat membekas dipikiran. Entah itu tiba-tiba melintas dan saya tiba-tiba jadi merenung, diam, berpikir. Saya mencoba selalu berpikir, bahwa apa yang saya lakukan dahulu, adalah hasil saya sekarang. Saya nggak bakalan ada tanpa sejarah. Entah sejarah itu baik ataupun buruk. Yang jelas, patut disyukuri semua nya. Karena memang sudah ada jalan nya.

Hampir semua orang gentar-gentar nya membuat target pada tahun selanjutnya. Padahal mereka lupa. Akan target yang belum terselesaikan pada tahun sebelumnya. Akhirnya menjadi beban pikir, dan ending nya bisa ketebak. Stress.

Yang saya lihat target-target nya pun seakan terlihat sementara, semu, dan tak berujung. Saya pun berpikir, kenapa target nya nggak dari diri sendiri dulu? Ya, termasuk saya. Yang kadang melupakan diri sendiri demi kepentingan orang lain. Demi kepentingan orang tua. Karena sedikit yang sadar, bahwa kita hidup atas nama kita sendiri.

Kita berhak menentukan kemana arah yang kita tuju. Dengan kata lain, mereka hanya menuntun. Mereka hanya GPS. Yang berhak menentukan? Kita sendiri.

Yang namanya target atau rencana, pasti selalu indah. Indah dipikirkan. Indah dibayangkan. Indah jika direalisasikan? Belum tentu. Banyak orang yang masih mau instant. Tanpa adanya pengorbanan. Termasuk saya, masih mau yang cuma-cuma. Tanpa adanya pengorbanan.

2012, tahun yang indah, penuh kenangan, penuh kegembiraan. Tapi nggak semua nya beranggapan seperti itu. Masih adakah ruang dipikiran kita terhadap mereka yang keadilan nya diambil? Yang hak nya diambil? Yang hidup tak layak? Lantas kita hanya berdiam diri dan tak membantu. Seakan semua hal berjalan baik-baik saja. Miris.

Saya bersyukur, sangat bersyukur. Atas semua yang diberikan Nya, dalam satu tahun belakangan ini. Walau sekalipun itu sesuatu yang buruk. Saya belajar banyak hal, yang mungkin sebenarnya tak harus saya pelajari pada umur 17 tahun ini. Sesuatu yang diberikan Nya pasti ada tujuannya. Itu pasti. Tugas kita? Mencari apa tujuan yang telah diberikan Nya kepada kita. Sehingga kita tak kehilangan arah.

Lantas apa yang harus kita lakukan ditahun selanjutnya? Saya rasa ada beberapa point yang harus dilakukan. Pertama, selesaikan target ditahun sebelumnya. Kedua, be happier than before. Ketiga, cobalah belajar membaca tujuan dari sebuah kejadian. Keempat, jika target tahun sebelumnya sudah selesai, buatlah target baru. Kelima, berbagilah kesenangan terhadap keluarga, teman, semua orang, dan termasuk orang-orang yang diambil hak nya, diambil keadilan nya, dan hidup tak layak.

Pada akhirnya akan selalu, tahun selanjutnya lebih terkenang dari tahun sebelumnya. InsyaAllah, semua akan pada tempatnya ditahun selanjutnya.

 

Sementara pemerintah masih bermain dengan uangnya,
Sementara anak jalanan meronta akan hak nya.

Sementara kita terlalu acuh terhadap diri kita,
Sementara mereka meminta rasa bahagia..

Advertisements

#12 Liburan?

Yak, kita menuju penghujung tahun. Denger kata “penghujung tahun”, pasti yang ada dipikiran satu. Liburan. “Lo liburan kemana bro?”, rasa-rasanya banyak banget yang nanyain kayak gitu. Ngajak kesana, ngajak kesini, akhirnya.. Nggak jadi. Dan akhirnya saya memutuskan untuk membuat liburan sendiri. A.k.a mengatur semua nya sendiri. Gak bosen deh pasti nya. Tapi ya satu yang jadi masalah. Ribet. Ya, pasti ribet.

Yang saya liat dari sebagian orang yang liburan. Mereka kalau nggak liburan bareng keluarga, pasti dirumah doang. Alhasil, ngoceh di twitter. “Bosen nih nggak kemana-mana..”. Awalnya sumringah banget ketemu liburan. Pas lagi liburan. Jadi ngeluh. Pengen cepet-cepet masuk sekolah. Hahaha lucu ya.. Saya juga pernah begitu.

Satu hal yang patut banget digaris bawahi. Semua beranggapan bahwa, Liburan bentar banget. Kadang saya berpikir seperti itu juga. Tapi faktanya? 2 minggu disebut bentar kah? Yang ngebuat bentar diri sendiri. Magabut gak ngapa-ngapain dirumah doang kayak kecoa kena lumut.

Ada juga yang beranggapan bahwa liburan itu baiknya diisi dengan pelajaran. Bagi yang alergi banget buku pelajaran, termasuk saya, pasti nya nggak setuju 101%. Saya beranggapan bahwa namanya liburan ya liburan. Say no to study. Walaupun ada benar nya juga bahwa liburan diisi dengan pelajaran itu bagus. Tapi saya kurang setuju aja..

Liburan kali ini saya akan trip ke Jogjakarta! Well, tadi nya mau ke Malang. Mau liat panorama indah nya sunrise gunung Bromo. Tetapi eh tetapi.. Harga tiket nya no kompromi. Akhirnya saya memutuskan untuk ke Jogja.

Dari sekarang pun saya sudah menetapkan tempat apa saja yang saya akan kunjungi. Dan satu lagi, kata nya sih temen saya mau bikin film. Film kecil-kecilan. Macem film pendek tentang liburan tersebut.

Kalian yang ingin berlibur, khusus nya yang udah kelas 3 SMA. Berliburlah kawan.. Karena sesungguhnya setelah liburan ini kalian akan menghadapi masalah besar kawan.. Yak. Dari masalah SNMPTN diubah-ubah sama bapak kita. Tau dah siapa namanya. Udah bikin mumet separuh hati. Saran saya sih dimanfaatkan sebaik-baik nya liburan kali ini. Jangan cuman dirumah doang. Keluar rumah lah yang biasanya suka dirumah doang. Temui hal-hal baru yang belum pernah dilakukan. Seperti berenang dikali, nguras laut atau loncat gedung, ya satu per satu bisa dicoba ya (?)

Nikmatin liburan kali ini untuk me-restart pikiran yang udah nge lag banget karena masalah yang dihadapi sehari-hari. Setelah liburan, baru semangat lagi deh.

Happy holiday!

Sebuah Tanya

Akhirnya semua akan tiba
Pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Apakah kau masih berbicara selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku

Kabut tipis pun turun pelan-pelan
Di lembah kasih, lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap kau
Dekaplah lebih mesra, lebih dekat

Lampu-lampu berkelipan di Jakarta yang sepi
Kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya
Kau dan aku berbicara
Tanpa kata, tanpa suara
Ketika malam yang basah menyelimuti Jakarta kita

Apakah kau masih akan berkata
Kudengar derap jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

Hari pun menjadi malam
Kulihat semuanya menjadi suram
Wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
Dalam bahasa yang kita tidak mengerti
Seperti kabut pagi itu

Manisku, aku akan jalan terus
Membawa kenang-kenangan dan harapan-harapan
Bersama hidup yang begitu biru

Jakarta, 1-4-1969
Soe Hok-Gie

#11 Pendapat

Tanpa ada angin apapun, tiba-tiba lewat dalam pikiran.

Pendapat itu berbeda-beda. Iya. Pendapat itu bermacam-macam. Pendapat itu freedom. Pendapat itu kebebasan atas segala hal yang nggak bisa ditahan. Pendapat itu kata. Kata yang bisa membuat orang tercengang. Pendapat itu ada. Ada disetiap otak orang masing-masing. Nggak ada. Bagi orang yang nggak punya otak. Yang nggak pernah merasakan keadilan.

Pendapat itu muncul, ketika seseorang merasakan hal yang tidak cocok pada dirinya. Pendapat itu datang begitu saja. Sama seperti menulis. Pendapat itu sulap. Tiba-tiba ada, tiba-tiba menghilang. Menghilang ke dalam lubuk otak terdalam. Pendapat itu tak terbatas. Hanya terbatas bila mana seseorang tidak menerima nya. Tidak menerima akan pendapat seseorang.

Setiap orang punya perbedaan. Perbedaan pendapat. Pendapat atas segala macam hal. Yang kalau ditumpahkan kedalam tulisan, mungkin tinta pulpen keburu habis. Atau tinta printer yang keburu kering?

Pendapat itu harus diterima. Diterima oleh seseorang. Dari seseorang, untuk seseorang. Pendapat itu hal yang menarik. Karena dari pendapat, seseorang bisa ketahuan characteristic nya.

Pendapat itu meledak-ledak. Sampai akhirnya seseorang bukan adu otak lagi. Tapi adu otot. Entah, apa yang dipikirkan mereka akan suatu hal yang normal. Normal bagi semua orang. Akan menyuarakan pikiran nya.

Namun, ada hal yang harus dicamkan atas semua nya.

Pendapat itu bebas. Satu hal yang harus diketahui. Pendapat itu, harus diterima orang. Tetapi pendapat itu, nggak harus disetujui. Pendapat itu nggak bisa dipaksa. Dipaksa akan kebenaran nya. Dipaksa akan persetujuan nya. Seseorang boleh suka dengan pendapat seseorang. Tapi tanpa ada pemaksaan. Karena pendapat bebas. Bebas layak nya awan.

Freedom. What’s on your mind?

#10 Simple

Hidup itu simple. You make a decision, and don’t regret it. Lo udah buat keputusan, dan jangan pernah sesalin apa yang lo udah putuskan. Simple. Kalau ngantuk tidur. Kalau kuku panjang, potong. Kalau besok UAS ya belajar. Kalau gak ngerti ya gausah belajar. Simple kan. Memang, se-simple itu. Yang bikin ribet ya diri sendiri.

Lo udah tau gimana cara sukses. Tinggal dilakuin. Simple kan? Cuman lo sendiri yang bikin ribet. Dan nge buat semua jadi riwet. Buyar. Nggak fokus. Akhir-akhir ini saya kepikir, kalau semua nya serba simple. Inti nya just do it. Rasa-rasanya yang bikin riweh itu karena kebanyakan mikir. Ending nya gak pernah dilakuin karena kebanyakan mikir.

Mungkin nggak semua nya berpikiran sama dengan saya. Saya mewakilkan diri sendiri atas semua statement yang ada dipikiran saya. Mungkin ada yang setuju, ada pula yang nggak.

Katanya sih udah banyak baca buku dan tau gimana cara ini itu. Tapi gak pernah dilakuin. Kebanyakan teori, bingung mau nerapin teori tersebut kapan, dimana, dan bagaimana.

Saya pun begitu. Kebanyakan teori, nggak pernah dilakuin akhir nya. Iya. Sebenarnya akar permasalahan ada di diri sendiri. Padahal udah tau, tapi tetep aja nyalahin orang lain, nyalahin keadaan, compare orang dengan diri sendiri. Salah sendiri padahal.

Lagi UAS, iya, dan saya anggap formalitas. Udah saat nya fokus ke jenjang yang lebih tinggi. Ada yang berpikir bahwa ini penting, ada juga yang nggak. Hanya semacam formalitas. Yang berakhir seminggu.

Kali ini blog jadi ajang curhat. Gapapalah sekali-sekali ya..

41 – 50

41. Inspire your children to live life to the fullest.
42. In life, some things are bigger than they look from a distance.
43. Live in harmony with your beliefs and ideals.
44. Avoid blaming, praising, or comparing people.
45. Understand the difference between being at work and working.
46. Face your fears with confidence.
47. Education is the most important aspect of society.
48. Get a good night’s sleep.
49. The apple doesn’t fall far from its tree (Ralph Waldo Emerson)
50. In every fault there is folly.