#8 Mother

Hai-hai. Selama hampir 2 minggu nggak nulis. Rasanya sedikit kaku untuk mencetuskan hal yang untuk di tulis. Bingung mau nulis apa pas udah di depan komputer. Kalau lagi ber-aktifitas aja, pasti banyak banget ide atau hal yang terlintas di otak untuk di tulis. Giliran niat nulis, buyar. Pret. Kayak abang nasi goreng tau nggak. Gak di tungguin lewat mulu, giliran di tungguin gak lewat-lewat. Hazeeeee.

Dan akhirnya.. Saya pun memutuskan untuk menanyakan ke teman saya apa hal yang bisa saya tulis. Pertama nya di tanya, dia juga gak punya ide. Kedua kali nya di tanya, sama aja. Bilang nya nanti di kasih tau kalau ada ide. Kelamaan. Saya akhirnya menanyakan lagi untuk ketiga kali nya untuk menanyakan apakah ada ide atau hal yang saya bisa bahas. Dan akhirnya tercetus lah via bbm dia berkata.. “Tentang kebaktian seorang anak laki-laki terhadap ibunya aja, Sa…” *jleb* Cukup berat. Mengingat saya juga masih banyak banget dosa sama ibu saya.

Dia Fitria Hafidzoh, teman cerita saya akhir-akhir ini. Saya pun ketika di beri tentang hal tersebut, belum banyak hal yang terlintas di kepala saya apa yang mau saya tulis. Saya pun berkata, “Kasih gambaran dikit dong, Fit..” Saya minta nya dikit. Tapi di kasih nya buanyak. Cerita pendek. Cerita yang menyentuh. Seperti ini cerita nya yang di ceritakan oleh Fitria Hafidzoh yang akrab di panggil Fitria.

“Saya pernah diceritain dengan ayah saya, ayah saya punya kenalan namanya Faiz. Nah, di sini si Faiz ini tinggal sama ibunya. Ayahnya meninggal dan ibunya jadi stroke gitu. Kakak-kakak nya itu kayak udah punya kehidupan baru gitu. Nah, si Faiz ini cerita, ibunya ini setiap mandi, buang air, dan sebagainya, itu dirawat oleh anaknya si Faiz itu. Waktu dia mau masuk perguruan tinggi, saking nggak sempetnya, dia benar-benar nggak belajar saking sibuk rawat ibunya itu. Tiba-tiba aja pas lagi ujian, soal-soalnya itu terasa mudah. Malahan dia dapet beasiswa, dsb. Suatu saat ibunya ini minta pergi ke mall. Ya gimana sih, ibu-ibu pasti mau lah ya ke mall. Si ibunya ini (maaf) sering buang air besar dicelana. Nah, si Faiz ini tiap ibunya marah-marah, dia nahan kesal. Dia cuman diam dan gigit lidahnya biar nggak keluar kata-kata yang nyakitin ibunya itu. Pas dimall, kejadian deh, ibunya itu kotorannya (maaf) berceceran dilantai mall. Dengan tulus dan sabarnya, si Faiz itu bersihin. Coba bayangin kalau kita yang disitu, terbesit pasti di pikiran kita rasa “malu”. Tapi Faiz tetap sabar. Pas masuk kuliah, tiap ada jam kosong dia pasti selalu pulang kerumah untuk merawat ibunya. Lalu ibunya ini meninggal, anaknya frustasi benar-benar ditinggal oleh orang yang paling dia cintai.”

Begitu lah Fitria bercerita. Saya pun tak membayangkan. Bagaimana kalau keadaan saya ada di keadaan Faiz. Sungguh mulia perbuatan nya. Tak perlu saya panjang lebarkan, kalian bisa ambil morale story nya kan? Agak non-sense juga, bagaimana Faiz tidak belajar sama sekali karena merawat ibunya, tetapi dengan keajaiban Tuhan, dia bisa mendapatkan beasiswa. Sungguh, sangat adil Engkau ya Tuhan.

Bukankah kita masih mempunyai ibu yang senang merawat kita? Ketika kita bertengkar dengan ibu kita pun, beliau masih mendoakan kita. Kurang mulia apa? Cacian maki kita di belakang punggung beliau, di balas nya dengan doa. Adilkah kita?

Sebelum kita menyesal di hari nanti, yuk belajar me-muliakan sikap kita ke Ibu kita. Belajar menjadi mulia, belajar bersabar, belajar mendengarkan ketika beliau menasihati, belajar mendoakan selalu di setiap doa-doa kita. InsyaAllah, jalan kita selalu lancar. Awalilah seluruh kegiatan dengan meminta ridho dari beliau. InsyaAllah, kegiatan nya selalu lancar.

“Of all the rights of women, the greatest is to be a mother.”
Lin Yutang, Chinese writer

CAST

Image
Fitria Hafidzoh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s