#6 When problems control you

Hai! Menyempatkan diri ditengah kesibukan untuk menulis. Cakep.

Sebenarnya nggak ada tuh yang namanya sibuk. Adanya, kurang me-manage waktu. Teman saya Achmad Sultoni Baihaqi yang akrab disapa Ochi berkata seperti itu. Entahlah, tapi benar juga kalau dipikir-pikir. Kalau manage waktu nya bener, pasti pekerjaan-pekerjaan yang harusnya tepat waktu dikerjakan, pasti bisa dikerjakan. Langsung saja..

Jadi gini, akhir-akhir ini pasti banyak dari kita yang sibuk. Nggak cuman saya. Tapi mereka juga. Mereka yang ngurusin Laporan Pertanggung Jawaban. Mereka yang ngurusin berkas-berkas untuk kuliah. Mereka yang ngurusin materi untuk ulangan. Mereka yang ngurusin angkatan. Dan lain-lain. Nah, pasti disetiap kesibukan tersebut ada masalah kan? Ya.. Tak luput dari masalah. Tak akan pernah luput dari masalah. Masalah.. Masalah..

“Masalah itu yang membuat kita jadi lebih dewasa” kata orang banyak. Saya ingin tanya dulu, definisi dari belajar itu apa sih? Belajar bukan hanya sekedar belajar disekolah membaca materi dll. Tetapi, belajar yang lingkup nya luas. Apa artinya? Apa tujuan nya?

Ada yang jawab.. “Dari tidak tahu menjadi tahu”. Kata teman saya, Mokhammad Fairizal R. yang akrab disapa Jale. Ada yang jawab.. “Untuk bekal dimasa depan untuk kita sukses.” Kata sahabat saya, Reza Naufal Azzami yang biasa disapa Totang. Lalu menurut saya sendiri? Kalau menurut saya, belajar itu tujuannya untuk menghadapi masalah dan mencari solusi atas semua permasalahan yang ada. Belajar bagaimana menanggapi seseorang yang sedang marah. Belajar memahami tanpa harus diberi tahu. Dan seterusnya.

Masalah oh masalah. Ketika banyak masalah datang tanpa perhitungan, manakah yang harus didahulukan untuk diselesaikan? ITU PERMASALAHAN NYA! Ketika kita dihadapi dengan realita dan masalah yang nggak dikit. Disinilah kita belajar untuk mencari solusi nya. Bapak saya bilang, “Masalah jangan dihadapi semua nya, tapi take step back dulu untuk melihat semua situasi.” Artinya gini, kalau ada banyak masalah dan kita bingung harus menyelesaikan masalah yang mana terlebih dahulu, berdiam diri dulu lah untuk melihat semua situasi.

Melihat mana kah yang benar-benar cepat yang harus diselesaikan. Istilah nya, take a little step back to look any situation of the problems. Then, take a big step forward to clear the problems. Toh kalau kita menanggapi nya dengan tenang, pasti semua masalah akan clear, insyaAllah.

Satu lagi, jangan sampai masalah itu mengendalikan diri anda. Pusing banget, bingung, jenuh, nggak tenang, gak bisa mikir, semuanya. Pasti bakal seperti itu. Kalau kata Mario Teguh, “Masalah itu lebih kecil daripada diri anda.” dan In the end, “Semua masalah pasti akan terpecahkan dan terlewati. Hanya, bagaimana kita menanggapi dan menghadapi masalah tersebut.” Kata sahabat saya, Dini Hanifa yang akrab dipanggil Dini.

Itu aja yang bisa disampaikan malam ini di ujung bulan Oktober. Semoga bulan November ini penuh dengan masalah dan membuat kita jadi semakin great! Allah always with us. Ciao!

CAST

Achmad Sultoni Baihaqi (Ochi)
Mokhammad Fairizal R. (Jale)
Mokhammad Fairizal R. (Jale)
Reza Naufal Azzami (Totang)
Dini Hanifa (Dini)

21 – 30

21. Don’t take life or death too seriously.
22. Converse to please others, not yourself.
23. It is harder than we remember to be a child.
24. Love all, trust a few, do wrong to none.
25. If it looks like a duck, walks like a duck, and quacks like a duck, it is a duck.
26. Youth’s biggest mistake is its lack of originality.
27. It takes money to make money.
28. Not everything can be made sense of.
29. Let anger die quickly.
30. Use your dictionary.

11 – 20

11. Love carries great expectations.
12. Be afraid only of standing still.
13. Be yourself.
14. Love always eases pain.
15. Never underestimate the power of simple courtesy.
16. Plan your work and work your plan.
17. Never look back.
18. Panic productively.
19. Communicate in way as to leave as little room for misunderstanding as possible.
20. Trust your instincts.

1 – 10

1. Do not disregard your mistakes.
2. Money is not meant to be served.
3. Love your work, then you will find pleasure in mastering it.
4. Appreciate the many things that make your life so valuable.
5. Act the part and you will become the part.
6. Don’t criticize others when you are angry with yourself.
7. Don’t wait for the ideal time to begin something.
8. Stay on a clear course.
9. Grab happiness in the passing moments of life.
10. Keep a stash of extra batteries.

#5 Ini kenyataan nya

Ini kenyataan nya. Nggak pernah sarapan karena ngejar waktu. Ini kenyataan nya. Jam pelajaran kosong dipake buat tidur. Ini kenyataan nya. Pulang ke rumah selalu jam 8 malam. Ini kenyataan nya. Nggak tau mana yang harus dikerjain dulu. Ini kenyataan nya. Lupa dengan hal-hal yang penting karena sibuk. Ini kenyataan nya. Bingung harus memprioritaskan apa. Ini kenyataan nya. Harus ngejar deadline. Ini kenyataan nya.  Lupa naro hp dimana. Ini kenyataan nya. Makan siang digabung dengan makan malam. Ini kenyataan nya. Mandi selalu jam 9 malam. Ini kenyataan nya. Lupa terakhir shampoo-an kapan. Ini kenyataan nya. Lupa log out Facebook. Ini kenyataan nya. Tidur kemaleman bangun kesiangan. Ini kenyataan nya. Habis subuh tidur lagi. Ah.. Sudahlah.

Terlalu banyak hal yang dikeluhkan. Yang ada dipikiran sesuatu yang diinginkan. Kenyataan nya? Nggak sama sekali. Yang harusnya pulang kerumah lalu istirahat, kenyataan nya? Banyak PR yang harus dikerjakan sampai larut malam. Jujur, ketika suatu hal tidak sesuai dengan keinginan kita, kesalkah? Pasti. Belajar bersabar ketika masalah datang. Belajar bersyukur ketika ada atau tidak ada masalah. Belajar tersenyum ketika hal tidak sesuai dengan keinginan.

Oh life..

Ini lah kenyataan nya. Face it. Now or never.