#4 Awalnya membaca, sekarang menulis

Image

Setuju dengan picture yang diatas?

Yap, kembali dipost yang ke 4. Ditemani teh hangat seduhan sendiri dengan iringan lagu Depapepe. 24 September 2012. Jam 11.16 PM. Bingung kali ya orang. Ada nya jam segini istirahat, ini malah nulis. Mau diapain lagi. Belajar nggak tuntas. Nguras mata dan pikiran iya. Yang masuk materi nya cuman dikit. Mending nulis. Loh kok malah curhat..

Jadi gini, saya mau bahas tentang membaca dan menulis. Kenapa? Karena 2 hal tersebut saling berkaitan satu sama lain. Ada yang nulis, pasti ada yang baca. Mau baca, pasti ada yang nulis. Kedua nya saling berhubungan satu sama lain. Setuju dengan picture yang diatas? Ya, tepat sekali. Ketika membaca sesuatu, ya khusus nya novel. Pasti deh ada aja angan-angan dalam hati.. “Kapan ya gue jadi si penulis..” atau “Kapan ya cerita cinta gue kayak si tokoh ini..”. Pasti ada aja khayalannya. Tapi emang bener, sadar atau nggak sadar, dengan membaca, kita semakin ber-angan-angan untuk menjadi si penulis atau tokoh tersebut. Dalam hal baik tentu nya. Dan itu bisa membuat kita memperbaiki karakter diri. InsyaAllah..

Sama hal nya dengan menulis. Kalau yang ini lebih-lebih. Maksudnya lebih-lebih? Maksudnya gini, kalau dengan membaca kita bisa ber-angan-angan menjadi si penulis atau si tokoh, kalau menulis, kita memang bisa jadi apa yang kita mau. Tangan, tangan kita. Pulpen, pulpen kita. So, write what you want you to be. Dengan menulis, kita bisa menulis cerita yang kita bisa karang sendiri. Entah mau jadi Supermen, Binaraga, Bencong, macem-macem deh. Jalan cerita nya pun bebas. Mau cerita nya pesawat nyebur empang, becak masuk bandara, bajai jalan mundur, pokok nya bebas. Istilah nya, punya dunia sendiri. Dengan kita punya dunia sendiri, siapa tau orang lain tau dengan dunia kita, dan tertarik. Siapa tau dengan tulisan kita, bisa diangkat menjadi buku atau bahkan film. Impossible is nothing, right? Mereka-mereka yang sukses pun awalnya menulis. Sebutlah J. K. Rowling. Beliau menulis Harry Potter dan sekarang Film Harry Potter sangat terkenal. Siapa yang nggak tau film Harry Potter? Cerita tersebut dikarang melalui dunia beliau sendiri. Kembali lagi ke? Menulis..

Sekarang siapa yang tidak mau menjadi penulis handal? But, wait! Satu hal yang harus digaris bawahi. Kalau ingin menjadi penulis handal, baca lah terlebih dahulu. Karena, apa yang kita tulis adalah yang kita baca. Kalau senang baca novel cinta-cintaan. Pasti yang ditulis tentang cinta-cintaan. Kalau senang baca buku motivasi. Pasti tulisannya tentang motivasi. Input nya membaca, output nya ya tulisan kita itu. So, what we write is what we read. Pada hal nya, kalau kita kurang suka membaca tapi sudah mencoba untuk menulis, pasti tulisannya nggak karoan atau acak-acakan. Nggak ngerti apa yang harus ditulis. Tapi, ada juga yang emang langsung jago menulis. Itu namanya bakat. Ya, tapi nggak ada salah nya lah membaca dulu sebelum menulis. Jadi se-enggak nya ngerti apa yang harus ditulis.

Well, at the end, semua nya jadi penulis.. Terus siapa yang baca? Ya si penulis sendiri. Coba aja, coba tulis aja apa yang ada dipikiran kita masing-masing. Pas udah ditulis, pasti selalu dibaca ulang tulisan tersebut. Benar kan? Ya pokoknya setelah membaca, tulis aja deh apa aja yang ada dipikiran diri masing-masing. InsyaAllah, setelah ngerasain manfaat nya, pasti jadi berkelanjutan. Nggak percaya? Cobain gih.🙂

Regards,
Aksa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s