#2 Judge yourself first, before you judge people

Hai,

Berkelanjutan nih ya nulis nya. 22 September 2012. Sabtu sore. Jam 16.46 WIB.

Thing that I want to discuss is: Judge yourself first, before you judge people.
Kenapa tentang hal salah-menyalahkan? Yap, banyak orang pandangan nya selalu saja menyalahkan orang lain. Padahal diri nya yang salah. Nggak tau kenapa. Orang sekarang ego nya tinggi banget. Ya, termasuk saya sendiri. Kalau dipikir-pikir tentang suatu masalah, bukan perkara seseorang melakukan kesalahan tersebut. Tapi kenapa kita yang membuat orang tersebut menjadi salah. Masih belum paham? Contoh nya begini..

Maaf sebelumnya, jika saya mencontohkan kepada hal yang lagi trend dimasa saat ini. Pacaran. Ya.. Kebanyakan orang mikir pacaran itu bisa bikin semangat hidup.. Bisa bikin hidup lebih hidup.. Bisa bikin hari jadi lebih indah.. Padahal sama aja. Ya, tergantung dari pandangan orang tersebut. I’m just write what’s on my mind ya. So, no offense here.

Beginilah proses nya kurang lebih: Awal nya bertemu. Dari teman dekat ataupun teman saja. Mulai lah kedua belah pihak bertanya ke teman nya. “Siapa namanya? Anak mana?”. Sampai pada akhirnya.. “Minta nomor HP nya dong! Gue mau smsan sama doi!. Yak, mulai lah mereka smsan. Satu pertanyaan yang paling mujarab ketika seseorang lagi PDKT. “Anak mana?”. Akhirnya mereka pun smsan. Smsan nya nggak sebentar. Ya kurang lebih 1-2 bulan. Arti Smsan tersebut adalah untuk mencari tahu keseharian satu sama lain. Dan sampai akhirnya, mereka pun bertemu. Si Cowok memutuskan untuk menembak si Cewek. Dan merekapun jadian.. Bulan demi bulan pun berlalu. Masalah pun kian muncul. Mulai dari si Cowok yang sering smsan sama Cewek lain. Mulai dari si Cewek yang sering tebar pesona depan cowok-cowok. Bulan demi bulan mereka lalui dengan sabar. Akhirnya mereka mencapai satu tahun. Dan tahun demi tahun pun mereka lalui. Sampai pada akhirnya.. Si Cewek hamil dan minta pertanggung jawaban si Cowok. Si Cowok nggak mau dan dia melarikan diri.

Dari sini kita bisa tarik kesimpulan. Pasti, kalau pandangan nya masih sama, pasti ngomong nya “Cowok nya brengsek banget! Cewek dihamilin nggak ditanggung jawabin!”. Saya mencoba untuk berpikir sebaliknya. Jelas, ini bukan salah si Cowok. Kenapa? Jelas salah si Cewek. Kenapa si Cewek mau aja nyerahin diri nya ke Cowok tersebut? Hubungan resmi belum ada. Tapi kenapa si Cewek udah begitu percaya nya dengan Cowok tersebut? Segala macam janji palsu pasti udah diucapin oleh si Cowok. Dan dengan percaya nya si Cewek percaya oleh omongan si Cowok tersebut. Nah, berarti yang salah Cewek nya kan. Ya bukan berarti si Cowok nggak salah. Salah juga, tapi kan yang memutuskan semua nya ada ditangan si Cewek.

So, coba diubah cara pandang nya. Dari hal-hal sepele juga bisa dibuat kasus kayak gini. Coba deh untuk menyalahkan diri kita sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Contoh hal yang sepele:

Si A sedang pulang dari les. Ketika lampu merah, si A menyerobot dan si A tertabrak oleh mobil. Si A dengan spontan menyalahkan si pengendara mobil tersebut.

Dari contoh tersebut, bisa kan dirangkumin siapa yang salah? Bukan perkara si penabrak. Tapi perkara si penyerobot. Udah tau lampu merah, malah diserobot.

Well, emang susah sih untuk menyalahkan diri sendiri dulu. Kebanyakan dari kita, pasti langsung ngomal-ngomel gajelas dan menyalahkan orang lain. Padahal yang salah diri sendiri. Ya, dicoba lah Bismillah. InsyaAllah, semua nya bisa jadi hikmah dan bermanfaat.

Regards,
@aksaabi

2 thoughts on “#2 Judge yourself first, before you judge people”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s