Mari Bersedekah!

Di kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang manfaat-manfaat memberi atau yang biasa disebut sedekah. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kita hidup sebagai makhluk sosial. Dalam kata lain, tidak bisa hidup sendiri. Apa-apa yang kita perlukan dalam dunia ini menyangkut orang lain. Memberi dan menerima pun rasanya sudah menjadi hal yang menjadi sangkut-paut dalam kehidupan sosial. Masalahnya adalah rasa untuk memberi pada sesama cenderung dilupakan. Tidak banyak yang tahu bahwa ternyata dibalik “memberi” itu, banyak manfaatnya. Apa sajakah itu?

Ada pepatah mengatakan, “lebih baik memberi daripada menerima,” atau pepatah lain, “lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah.” Rasanya pun memang lebih baik begitu. Kalau dipikir-pikir, meminta-minta atau mengemis itu tidak etis karena terkesan seperti orang yang tidak punya atau miskin.

Dalam islam pun kita diajarkan untuk tidak mengemis. Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma berkata, Nabi shallallahu’alaihi wassalam bersabda bahwa, “Terus-menerus seseorang itu suka meminta-minta kepada orang lain hingga pada hari kiamat dia datang dalam keadaan di wajahnya tidak ada sepotong dagingpun.” (HR. Al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1725) atau dalam hadist lainnya, “Barang siapa meminta-minta kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka seolah-olah ia memakan bara api.” Begitu mengerikannya perumpamaan orang yang mengemis-ngemis. Lalu, bagaimana orang yang bersedekah?

Bersedekah adalah solusi bagi segala masalah. Saya percaya itu. Dan yang suka menjadi masalah dalam sedekah adalah ikhlas atau tidaknya seseorang dalam sedekah tersebut. Banyak yang beranggapan bahwa, “Gue sedekah 2ribu yang penting gue ikhlas!” atau seperti, “Sedekah 10ribu kayaknya kebanyakan, deh. Lagian kalau gue kasih segitu, pasti nanti dibuat macem-macem duitnya.” Dalam kasus ini, saya masih sedikit bingung. Karena yang namanya ikhlas, bukannya mengeluarkan uang yang banyak? Kalau 2ribu bukannya nggak ikhlas ya? Coba dipikir hehehe. Lain lagi tentang masalah yang sedekah kebanyakan. Kalau itu, menurut saya, masalah si penerima sedekahnya mau dipake untuk apa duitnya, ya itu urusan dia. Yang penting kita sudah memberi.

Dalam Al-Qur’an dan hadist sudah dijelaskan bahwa, ”Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (pembayarannya oleh Allah) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS.Al-Hadid:18) dan “Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembangbiakkan oleh-Nya seperti gunung, maka bersedekahlah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi, nggak usah takut miskin kalau sedekah. Malah akan dilipat gandakan harta kita. “Harta itu tidak akan kurang dengan disedekahkan.” (HR. Imam Muslim).

Dalam suatu hadist juga pun, sedekah itu menjauhkan kita dari musibah. Dari Ali bin Abi Thalib r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Segeralah bersedekah, sesungguhnya musibah tidak dapat melintasi (mendahului) sedekah.” Jadi, kalau mendapati sebuah musibah, entah itu handphone rusak, putus cinta, kecelakaan, dan lain-lain, mungkin karena sedekahnya kurang hehehe.

Sebagai contoh, saya punya cerita unik dan mencengangkan soal sedekah. Tetapi cerita ini tidak ada maksud untuk menyombongkan diri. Cerita ini hanyalah sebuah kehendak dari Allah, agar bisa menjadi manfaat bagi orang banyak, InshaAllah.

Subhanallah. Kata pertama saya yang saya ucapkan saat semuanya terjadi karena kehendak-Nya. Saya adalah penjual Jersey Bola. Barang tersebut diimpor langsung dari negeri tetangga, Thailand. Saya berjualan terhitung dari akhir November 2010. Saat itu saya masih duduk dikelas 1 SMA, dan berumur 15 tahun.

Saya membaca Notes From Qatar 1 pada pertengahan Mei 2011. Alhamdulillah, penulisnya, Muhammad Assad, telah membukakan hati saya tentang hebat nya bersedekah. Mulai dari situ saya memberanikan diri untuk sedekah yang sedikit lebih besar dari sebelumnya. Kalau dulu, sedekah nya dari sisa-sisaan kembalian membeli barang. Kalau sekarang, tak ada kembalian. Adanya utuh masuk ke kotak amal. Alhamdulillah..

Saya jualan Jersey Bola sistem nya per-kloter. Kurang lebih jangka waktu satu kloter ke kloter lainnya adalah satu bulan. Rata-rata, order yang saya dapat dari per-kloter, kurang-lebih, 20an. Paling banyak waktu itu adalah 32pcs order. Karena yang biasa membeli teman-teman saya, jadi pasar jualan saya ya ke teman-teman saya saja. Kalau adapun orang yang tidak dikenal memesan, tidak masalah, tetapi jarang. Saya pun lebih aktif didunia online dalam memasarkan barang.

Pada Februari 2012 lalu, orderan saya agak berbeda dari sebelum-sebelumnya. Teman saya, tiba-tiba datang kepada saya lalu berkata, “Sa, om gue mau order sebanyak 150pcs. Dapat harga berapa nih?” Alhamdulillah. Saya lupa karena saya sedekah apa, tetapi yang jelas saya percaya bahwa itu karena sedekah. Setelah negosiasi yang cukup panjang, akhirnya ter-orderlah barang itu sebanyak 144pcs.

Distributor saya yang biasanya mendapati order dari saya sedikit, kali ini agak bingung. “Sa, itu siapa yang order sebanyak itu?” Saya pun menjawab, “Om-nya teman saya, Mas. Orang DPR.” Tadinya, teman saya tidak mau order ke saya. Dia masih mencari penjual lain yang menjual barang tersebut lebih murah. Tetapi karena kehendak Allah, mungkin dia akhirnya memilih saya. Karena teman dekat juga. Jadi, urusan negosiasi tidak ribet.

Banyak kendala yang dialami ketika barang telah diorder. Dari masalah DP yang biasanya 50% menjadi 75%, maupun estimasi barang dari Thailand ke Indonesia. Tetapi, setelah melalui banyak kendala dan masalah, akhirnya barang tersebut sampai juga. “Alhamdulillah,” ucap saya. Profit yang saya dapat waktu itu, kurang-lebih sekitar 3,5juta rupiah. Seorang anak berumur 16 tahun yang masih duduk dikelas 2 SMA mendapatkan untung sebanyak itu patut nya hanya bersyukur, bersyukur, dan bersyukur.

Pada Februari 2012 itu saya sedang membaca Notes From Qatar 2. Kembali, sang penulis, Muhammad Assad telah membuka hati saya jauh lebih lebar tentang sedekah. Pada saat itupun saya sedang berada dalam puncak kegembiraan karena telah mendapat uang yang cukup banyak. Dan dalam kegembiraan tersebut, saya memberanikan diri untuk menyumbangkan uang saya sebanyak 1,5juta rupiah. Setelah berunding dengan orang tua saya, khusus nya bapak saya, akhirnya saya diberi izin untuk menyedekahkan uang tersebut. Awalnya bapak saya sedikit keberatan dengan keputusan saya mengingat uang banyak untuk anak muda ya patutnya ditabung. Tetapi setelah saya jelaskan dengan mantap, akhirnya diizinkan. Alhamdulillah, terlaksana dengan ikhlas.

Sebagaimana telah ditulis dalam surat Al-Baqarah ayat 261, bahwa;

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Dan Allah tak pernah dan tak akan pernah ingkar janji. Setelah penantian lama, akhirnya keajaiban itu datang juga. Pada September 2012, teman saya yang pada Februari 2012 itu memesan sebanyak 150pcs, pada bulan September itu dia memesan lagi. Kali ini.., “Sa! Om-gue mau pesan Jersey lagi tuh! Banyak banget, Sa!” Saya pun bingung dan bertanya, “Berapa banyak memangnya?” Dan teman saya pun menjawab dengan senyum, “500pcs, Sa..” Subhanallah. Maha Besar Kuasa-Nya. Saya pun sedikit tidak percaya atas orderan sebanyak itu. Distributor saya pun sangat kualahan karena dia juga tidak pernah mendapatkan order sebanyak itu.

Kembali, banyak kendala dan masalah ketika proses orderan tersebut dibuat. Entah karena barang nya nggak ada, ataupun barang telat dari jadwal yang seharusnya. Tetapi pada akhirnya barang tersebut bisa sampai dengan selamat. Walaupun tidak sebanyak yang diorder, tetapi saya tetap bersyukur. Alhamdulillah, keuntungan yang saya dapat, kurang-lebih sebesar 8juta rupiah.

Pada akhirnya semua kembali kepada Allah. Tuhan semesta alam. Yang menghendaki semua perkara maupun urusan. Alhamdulillah, syukur tak ada habisnya. Di umur saya yang cukup muda, saya sudah mendapatkan banyak pelajaran yang berharga tentang sedekah.

Namun satu hal yang patut diingat! Allah tak selalu memberikan balasan sedekah dengan UANG. Jangan salah kaprah. Karena Allah maha Mengetahui apa yang hamba-Nya butuhkan. Jadi, bisa saja Allah memberikan balasan dengan memberikan kita kesehatan, memberikan rezeki melalui orang tua kita, menjauhkan kita dari musibah, dan lain-lain. Jangan lupa untuk berdoa juga, karena sedekah diiringi doa itu amat dahsyat!

Sebagai penutup, ada satu kisah pada zaman Nabi saw. yang mana seseorang yang banyak hutang berdiam di masjid di saat orang-orang bekerja. Ketika ditanya oleh Nabi saw., orang tersebut menjawab bahwa ia sedang banyak hutang. Yang menarik adalah Nabi saw. mengajarkan beliau sebuah doa, yang mana doa tersebut tidak menyebut sama sekali “Bukakanlah pintu rezeki” atau “Perbanyaklah rezeki saya sehingga bisa membayar hutang”. Tetapi doa yang diajarkan oleh Nabi saw. adalah meminta perlindungan dari rasa malas dan bakhil (pelit). Hadist-hadist di atas menjelaskan tentang doa ini, bahwa ke-tidak-pelitan seseorang untuk bersedekah membuka pintu rezeki orang tersebut. Doa tersebut adalah: “Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu daripada kegundahan dan kesedihan, daripada kelemahan dan kemalasan, daripada sifat pengecut dan bakhil (pelit), daripada kesempitan hutang dan penindasan orang.” Dalam keadaan sempit pun, kita diharuskan untuk bersedekah.

Dan penutup tulisan kali ini, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa bersedekah dengan sesuatu senilai satu buah kurma yang diperolehnya dari hasil kerja yang baik, bukan haram, dan Allah itu tidak akan menerima kecuali yang baik. Maka sesungguhnya Allah akan menerima sedekah orang itu dengan tangan kanannya, sebagai kiasan kekuasaanNya, kemudian memperkembangkan pahala sedekah tersebut untuk orang yang melakukannya, sebagaimana seseorang dari engkau semua memperkembangkan anak kudanya sehingga menjadi seperti gunung – yakni memenuhi lembah gunung karena banyaknya.” (Muttafaq ‘alaih, dari Abu Hurairah r.a.)

InshaAllah, semua akan menjadi berkah jika kita bersedekah. Lalu, sudahkah anda bersedekah hari ini? :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s